Demam
Festival Forum Kawasan Timur Indonesia VI, sampai hari ini membuat otak
saya terus berputar mencari ide. Hari ini pun saya terus merefleksi
perjalanan saya sampai bisa mengikuti kegiatan ini. Saya tidak menyangka
bisa bertemu dengan orang-orang hebat Se-kawasan Indonesia Timur dalam
Festival Forum Kawasan Timur Indonesia yang dilaksanakan di Palu tanggal
24-25 September 2012 di Swissbell hotel. Kegiatan yang ditampilkan
adalah praktik-praktik cerdas dari berbagai pelosok wilayah di Timur
Indonesia. Begitu haru dan inspiratif. Acara yang diawali dengan
talkshow pada 23 september 2012 bertempat di Careto Cafe dengan praktik
cerdas kegiatan Festival FKTI dan dibuka oleh bapak Wakil Walikota Palu
H. Mulhanan Tombolututu. Disini ditampilkan kisah-kisah inspiratif
diantaranya Desa bebas asap rokok di kabupaten Enrekang yakni desa
Bone-bone serta kisah dari Nusa Tenggara seorang ibu yang bertani dan
mengajak para petani disana untuk kembali membudidayakan pangan lokal
yang bernama sorgum.
Di
acara talkshow ini saya pun bertemu dan berkenalan dengan 5 orang
pemuda dari Ambon, Kupang, Makassar, Jayapura, dan Kendari. Kami berenam
pun duduk bersama sambil diskusi mengenai kondisi Indonesia Timur. Kami
berenam merupakan wakil dari pemuda yang lolos seleksi dari yayasan
baKTI untuk mengikuti kegiatan Festival Forum Kawasan Timur Indonesia.
Lucu, seru dan menyenangkan bisa bertemu orang-orang baru dan mengenal
mereka, ini sekaligus menambah daftar temanku. :)
Alhamdulillah
semakin banyak teman yang bisa saya ajak diskusi dan berbagi
pengalaman. Oya mau ngenalin dulu teman-teman baru saya tadi. Nabilla
Sabban dari Ambon, oya dia baru pulang dari Inggris 2 minggu yang lalu,
dia baru selesai S2 di University of Bradford. Rahmiana Rahmi dari
Makassar, sekarang dia lagi ngelanjutin sekolahnya di Universitas Negeri
Makassar. Terus ada Joana dari Kupang, aktivis perempuan, orangnya imut
dan lincah banget. Lalu ada Christov Manuhutu dari Jayapura, dia sedang
kuliah di Jakarta di Universitas Bakri dan ngambil jurusan akuntasi,
dia nih cerewet loh, suka diskusi tentang sejarah dan ada La Nane dari
Kendari, sekarang dia kuliah di Makassar kuliah di jurusan perikanan dan
kelautan Universitas Hasanuddin dan bulan oktober nanti bakal ke USA
serta dia juga merupakan aktivis lingkungan di Wakatobi. Hebat-hebat kan
mereka.
Tanggal
24 Sepetember 2012 pembukaan festival Forum Kawasan Timur Indonesia
yang dihadiri oleh berbagai kalangan dari pimpinan daerah, forum
Bapedda, founding internasional, LSM dan media. Acara ini di buka oleh
Bapak Gubernur Sulawesi Tengah dan Ibu Menteri Kesehatan yang
bersama-sama membunyikan gong tanda dibukanya acara ini secara resmi.
Kemudian dilanjutkan dengan rehat dan presentasi tentang kesehatan di
KTI oleh ibu menteri kesehatan dan selanjutnya kisah para inovator pun
secara bergantian ditampilkan. Sungguh inspiratif.
Oh
iya hari ini pada sesi pagi hari merupakan tugasku untuk menuliskan
pengalamanku mengikuti kegiatan ini. Wah, mulai ribet deh dengar sambil
catat-catat apa yang saya dengar. Hehehehe. Ya mana tinta pulpenku habis
lagi,,, waduh berabe, pusing deh. Tapi untungnya bisa
dapat pulpen dari panitia. Sebenarnya mau nulis langsung di laptop tapi
lambat jadinya nyatat di buku dulu. Amazing,,,, Gila,,,, luar biasa itu
yang ada dihatiku mendengar praktik cerdas yang ada, kepalaku
manggut-manggut dan diselingi dengan tepuk tangan. Hebat…
Saya
juga dapat pelajaran budaya baru juga dari teman NTT, disini saya
melihat mereka bersalaman kemudian menggesek hidung satu sama lain,
hehehehe,,, pertama lihat bagiku ini aneh dan lucu tapi inilah adalah
salah satu kekayaan budaya Indonesia. Menarik dan unik..
Hmmmm,,,senangnya bisa nambah ilmu lagi disini. Tidak semua orang bisa
ikut disini, saya bersyukur bisa lolos seleksi dan menjadi salah satu
dari 6 pemuda yang bisa ikut FKTI ini.:)Agenda acara pada kegiatan
sampai jam 5 sore, lalu kami diundang oleh Inspirit untuk hadir di acara
perkenalan gagasan tentang Buterfly Rebellion Project di Malonda Cafe
Swiss Bell. Pada pertemuan sore itu kami saling berkenalan, seru dan
lucu. Disitu ada team dari inspirit dan baKTI kemudian ada teman-teman
geng motor imut dari Kupang serta kami berenam perwakilan dari pemuda.
Disana kami diskusi mengenai project dari inspirit dalam rangka follow
up dari festival FKTI ini. kami pun mengakhiri pertemuan ini dengan
makan malam. Kami pun beranjak untuk beristirahat di hotel, ke lima
teman saya nginap di hotel santika dan saya terpisah dari mereka karena
tempat nginap saya di hotel swisssbell. Hmmmm,, sedih sih, padahal
pengennya rame-rame tapi gak apalah. Eh dan ternyata saya nginapnya
sendirian. Hiks,,,hiks,, sepi banget di kamar.
Sambil
menikmati kesendirian, saya menyelesaikan tugas saya menulis artikel.
Ya sambil nulis tidak lupa pula on line sambil intip facebook dan
twitter mantan pacar saya yang sedang kasmaran dengan puber tingkat dewa
dan juga mantan pacar saya yang sudah nikah. Hahahaha… ya ellah gak
penting…selesai tugas dan selesai pula intip-intipnya.
Di
hari kedua kegiatan ini dan merupakan hari terakhir, masih dengan
penampilan para inovator pembaharu dengan praktik cerdas. Ada geng motor
imut, ini nih yang paling seru. Mereka berkenalan kepada para peserta
dengan menyebutkan pekerjaan utama di geng motor imut dan pekerjaan
sampingan adalah PNS, sontak orang-orang pada ketawa. Terlepas dari itu
mereka hebat dan patut diacungi jempol. Saya punya feeling mereka bakal
diundang di acara Kick Andy di metro tv. Oh iya di sini ada hadir
direktur program kick andy. Orang cool, dari tampilannya cerdas,
berwibawa, gagah, berkharisma, pokoknya top deh. Tapi saya lupa namanya.
Hehehe,,,. (ngelantur,,,) Back to topik, selain itu ada juga inovasi
dari bapak bupati Bantaeng dan bupati Mamuju. Setelah itu kami
berdiskusi, kebetulan saya di kelompok 7 yang membahas tentang gender
bersama Nabilla.
Di
kelompok kami membahas topik tentang gender budgeting, wuih berat
banget pembahasannya. Untungnya ibu-ibu dalam kelompok kami adalah para
aktivis perempuan jadi melongo mendengar diskusi mereka. Diskusi ini
merupakan agenda terakhir sebelum acara ini ditutup. Malamnya kami kami
dijamu oleh Pemerintah Kota Palu dengan makanan traditional khas kaili
dan juga ada panggung rakyat yang menampilkan musik dan kesenian daerah,
para tamu pun tidak lupa mendapat bingkisan oleh-oleh khas Palu.
| Palu, Ambon, Kupang, Jayapura, Makassar, Kendari |
Ini
pengalaman yang tak terlupakan olehku mengikuti Festival Forum Kawasan
Timur Indonesia VI, menjadikan saya terinspirasi untuk berjuang dan
makin semangat bekerja di komunitasku. Meskipun tak sehebat mereka tapi
paling tidak ada kobaran cita untuk membuat Indonesia lebih maju.
Tentunya untuk kemajuan Indonesia Timur yang saat ini jauh tertinggal
dibanding kawasan lain di Tanah air ini. Mengutip lirik lagu dari FKTI ini ‘aku
adalah Papua, aku adalah Maluku, akulah Nusa Tenggara, akulah Sulawesi,
suara kemiskinan yang tak pernah berujung, semenjak Republik ini
berdiri. Tanah kami kaya, laut kami kaya. Harus ada Perubahan, harus ada
perubahan.’ Harus ada perubahan, berbuat sekecil apapun
itu karena hal besar dimulai dari hal paling kecil. Intinya bagaimana
memulai, langkah awal kita untuk memajukan negeri ini. Merajut
Inspirasi, Persembahan dari Timur Untuk Indonesia. Hidup Indonesia, Jaya
Indonesia, Baktiku Untukmu Negeri.
Palu, 29 September 2012