Senin, 30 Januari 2012

Tak Berjudul

Maghrib yang hangat,,,
Pada langit sore, di sudut timur kotaku,,
Ku kirim salam rindu buatmu yang ada nan jauh di seberang kotaku...
Palu, 30 Januari 2012

Minggu, 22 Januari 2012

Refleksi Awal 2010

Catatan Hati

Sulit untuk mengungkapkan rasa yang ada di hati...
terkadang ada rasa benci karena memiliki perasaan ini....
Kenapa harus ada dan terus ada di hati...

Ada luka yang begitu dalam....
Ada sakit begitu sakit yang terasa......
Hanya desah keluhan dan airmata yang terus mengalir...
Lelah,,,
Penat,,,,
Jenuh,,,,
Terkadang keputusasaan yang datang......

Tapi semua itu telah berlalu,,
semuanya kini hanya menjadi kenangan yang terlalu indah untuk dilupakan
Namun terlalu pahit untuk dikenang....

Saat ini yang harus dilakukan adalah mencoba bangkit kembali dari keterpurukan,,
mencoba menata kembali hati dan hidup...
Berusaha untuk bangkit walau sekarang masih merangkak untuk bisa berdiri kembali.....

Sebuah kisah yang tragis dari perjalanan hidup...
Namun menjadi pelajaran yang sangat berharga,,,,

Baru sadar bahwa dibalik kisah yang tragis itu ternyata ada makna yang begitu dalam terungkap sedikit demi sedikit,,
Sebuah pembelajaran menuju kedewasaan,,,,,,,
Untuk mencapai kebahagiaan yang sebenarnya.....

Semua yang terjadi dimasa lalu biarkan tercatat dalam buku harian kehidupanku yang akan kubaca kembali di alam keabadian kelak,,,,,,,,,,
Biarkan kisah itu menjadi sebuah cerita drama klasik yang nantinya akan kuceritakan pada orang-orang dilain waktu.....

Sekarang waktunya mengobati luka yang ada,,,,,,
Mencari obat penyembuh luka itu,,,,,,,
Tetapi bukan obat yang hanya mampu menghilangkan rasa sakit sementara dan justru akan membuat luka baru.......
Tapi obat yang mampu menyembuhkan luka itu,,,
Walau berbekas namun sakitnya hilang.........


Palu, 27 Januari 2010

REVOLUSI

Oleh : WS Rendra

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air
Saat ini kita masih terperangkap lingkaran setan
KEMISKINAN
KETIDAKPEDULIAN
KORUPSI
KERJA ASAL-ASALAN

Ayo, kita yang tidak mau lagi dijajah oleh
Kemiskinan dan kesusahan
Kini saatnya REVOLUSI kebangsaan!!!

Mari kita berjanji…

Aku
Warga Negara Indonesia
Kutumpahkan darahku,
Badanku dan hatiku
Berperang melawan
Kemiskinan dan kesusahan
Belajar dan bekerja sungguh-sungguh
Dengan semua kekuatan otot dan otakku
Menjadi pendobrak kemajuan
Bangsa dan keluarga
Demi masa depan
Indonesia bahagia dan sejahtera

Sajak Anak Muda


  Oleh: WS Rendra

Kita adalah angkatan gagap
yang diperanakkan oleh angkatan takabur.
Kita kurang pendidikan resmi
di dalam hal keadilan,
karena tidak diajarkan berpolitik,
dan tidak diajar dasar ilmu hukum
Kita melihat kabur pribadi orang,
karena tidak diajarkan kebatinan atau ilmu jiwa.

Kita tidak mengerti uraian pikiran lurus,
karena tidak diajar filsafat atau logika.

Apakah kita tidak dimaksud
untuk mengerti itu semua ?
Apakah kita hanya dipersiapkan
untuk menjadi alat saja ?

inilah gambaran rata-rata
pemuda tamatan SLA,
pemuda menjelang dewasa.

Dasar pendidikan kita adalah kepatuhan.
Bukan pertukaran pikiran.

Ilmu sekolah adalah ilmu hafalan,
dan bukan ilmu latihan menguraikan.

Dasar keadilan di dalam pergaulan,
serta pengetahuan akan kelakuan manusia,
sebagai kelompok atau sebagai pribadi,
tidak dianggap sebagai ilmu yang perlu dikaji dan diuji.

Kenyataan di dunia menjadi remang-remang.
Gejala-gejala yang muncul lalu lalang,
tidak bisa kita hubung-hubungkan.
Kita marah pada diri sendiri
Kita sebal terhadap masa depan.
Lalu akhirnya,
menikmati masa bodoh dan santai.

Di dalam kegagapan,
kita hanya bisa membeli dan memakai
tanpa bisa mencipta.
Kita tidak bisa memimpin,
tetapi hanya bisa berkuasa,
persis seperti bapak-bapak kita.

Pendidikan negeri ini berkiblat ke Barat.
Di sana anak-anak memang disiapkan
Untuk menjadi alat dari industri.
Dan industri mereka berjalan tanpa berhenti.
Tetapi kita dipersiapkan menjadi alat apa ?
Kita hanya menjadi alat birokrasi !
Dan birokrasi menjadi berlebihan
tanpa kegunaan -
menjadi benalu di dahan.

Gelap. Pandanganku gelap.
Pendidikan tidak memberi pencerahan.
Latihan-latihan tidak memberi pekerjaan
Gelap. Keluh kesahku gelap.
Orang yang hidup di dalam pengangguran.

Apakah yang terjadi di sekitarku ini ?
Karena tidak bisa kita tafsirkan,
lebih enak kita lari ke dalam puisi ganja.

Apakah artinya tanda-tanda yang rumit ini ?
Apakah ini ? Apakah ini ?
Ah, di dalam kemabukan,
wajah berdarah
akan terlihat sebagai bulan.

Mengapa harus kita terima hidup begini ?
Seseorang berhak diberi ijazah dokter,
dianggap sebagai orang terpelajar,
tanpa diuji pengetahuannya akan keadilan.
Dan bila ada ada tirani merajalela,
ia diam tidak bicara,
kerjanya cuma menyuntik saja.

Bagaimana ? Apakah kita akan terus diam saja.
Mahasiswa-mahasiswa ilmu hukum
dianggap sebagi bendera-bendera upacara,
sementara hukum dikhianati berulang kali.

Mahasiswa-mahasiswa ilmu ekonomi
dianggap bunga plastik,
sementara ada kebangkrutan dan banyak korupsi.

Kita berada di dalam pusaran tatawarna
yang ajaib dan tidak terbaca.
Kita berada di dalam penjara kabut yang memabukkan.
Tangan kita menggapai untuk mencari pegangan.
Dan bila luput,
kita memukul dan mencakar
ke arah udara

Kita adalah angkatan gagap.
Yang diperanakan oleh angkatan kurangajar.
Daya hidup telah diganti oleh nafsu.
Pencerahan telah diganti oleh pembatasan.
Kita adalah angkatan yang berbahaya.

Pejambon, Jakarta, 23 Juni 1977

Notes

Tidak ada yang tersisa dari kau dan hatimu disini,,
Tolong bantu aku amnesia, sehingga aku lupa pada kisah kita,,,
Karena tidak ada yang tersisa dari kenangan itu,,,,

Palu, 22 Januari 2012

Kamis, 19 Januari 2012

Khayalan senja

Khayalanku tentang suatu senja yang indah, menikmati pelangi bersamamu dan melihat senyummu...
Namun,,,
Entah senja yang mana bisa ku nikmati bersamamu, berbagi cerita hingga tak ada lagi rindu yang menyesakkan,,,

Palu, 20 Januari 2012